leily ijolumut

leily ijolumut

Jumat, 21 Maret 2014

Makalah Lari Marathon



KATA PENGANTAR
Kami panjatkan Puji dan sukur kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Olahraga yang diberikan guru Olahraga kami dengan berhubungan tentang “Lari Marathon”
Semoga makalah ini dapat berguna bagi Kami ,guru Olahraga dan para pembaca pada umumnya. Namun walaupun makalah ini selesai tentulah masih banyak kekurangan,hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan yang kami miliki, oleh karena itu kritik dan saran yang mengarah kepada perbaikan isi makalah ini sangat kami harapkan.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.


Pamekasan,     Maret 2014


Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
      Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
      Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti Celtic, Teuton dan Goths yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
      Olahraga lompat jauh berkembang pesat di daerah Eropa bahkan sekarang olahraga ini dikenal di seluruh negara – negara di muka bumi ini. Dalam kejuaraan nasional maupun dunia, olahraga ini menjadi salah satu inti dari cabang atletik. Oleh karena itu lompat jauh sangat penting perannya dalam kejuaraan – kejuaraan olahraga nasional maupun dunia.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Dari Lompat Jauh ?
2.      Bagaimana Teknik Dari Lompat Jauh ?
3.      Apa Saja Peraturan-Peraturan Dalam Lompat Jauh
4.      Bagaimana Cara Mengukur Lompatan Pada Lompat Jauh
1.3  Tujuan
1.      Agar Siswa  Mengetahui Pengertian Dari Lompat Jauh
2.      Agar Siswa  Mengetahui Teknik Dari Lompat Jauh
3.      Agar Siswa  Mengetahui Peraturan-Peraturan Dalam Lompat Jauh
4.      Agar Siswa  Mengetahui Cara Mengukur Lompatan Pada Lompat Jauh

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lompat Jauh

Lompat jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik unggulan yang dipertandingkan pada olimpiade. Jika didefenisikan, maka secara sederhana apa yang dimaksud dengan lompat jauh adalah upaya mencapai jarak paling jauh dengan satu kali tolakan. Tujuan dalam lompat jauh adalah memindahkan tubuh dari satu tititk ke titik lainnya dengan sekali lompatan yang dimulai dengan awalan berlari kemudian menolak, selanjutnya melayang dan terakhir mendarat pada titik paling jauh. Cabang lompat jauh ini dibagi lagi ke dalam 3 kategori yakni lompat jauh gaya jongkok atau Tuck, lompat jauh gaya menggantung atau Hang Style, serta gaya berjalan di udara atau Walking In The Air. Ketiga gaya tersebut dibagi berdasarkan sikap badan seorang atlit saat ia sedang dalam keadaan melayang. Sementara itu, gerakan awalan, tumpuan serta pendaratan tidak memiliki perbedaan antara gaya yang satu dan gaya lainnya.

Dalam melakukan lompat jauh, ada abeberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan antara lain:
  1. Kemampuan membangun daya momentum.
  2. Kemampuan memindahkan momentum baik itu gaya vertical maupun horizontal.
  3. Kemampuan menyatukan kedua gaya tadi dengan tenaga yang ada saat melakukan lompatan
2.2  Teknik Lompat Jauh
            Saat berbicara soal teknik lompat jauh, ada 4 hal yang paling penting yakni awalan, tolakan, sikap badan saat di udara dan terakhir pendaratan.
1.    GERAKAN AWAL
Gerakan awal dalam lompat jauh dimulai dengan berlari secepat mungkin. Gerakan lari ini dilakukan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tolakan terbaik. Pada saat berlari, pelari sedang mengusahakan kecepatan secara horizontal yang kemudian akan diubah menjadi kecepatan vertical dengan cara melakukan tolakan. Pada saat melakukan awalan, seorang atlit harus memperhatikan beberapa hal antara lain:
Memahami jarak awalan dengan tenaga yang dibutuhkan untuk melompat. Misalnya pelari pemula, untuk mendapatkan kecepatan maksimal ia bisa mengambil jarak lari sekitar 35 meter. Sementara bagi mereka yang telah terlatih, jarak tempuh awalan lari bisa berkisar 45 meter.
a.       Hal penting di awalan adalah posisi beridri. Hal ini tidak diatur secara baku tetapi bergantung pada kebiasaan para atlit. Pilih kebiasaan yang menghasilkan jarak lompatan maksimal.
  1. Pada saat memulai awalan harus dengan lari yang pelan dan kemudian perlahan mempercepat laju lari. Terkait kecepatan, atlit harus bisa mempertahankan dinamikanya sampai ia melakukan tolakan.
  2. Saat atlit telah mencapai kecepatan yang paling maksimal, maka gerakan lari dilepas begiutu saja dengan tanpa mengurangi kecepatan yang diperoleh pada saat berlari.
2.    TOLAKAN
Tolakan merupakan proses dimana di dalamnya mencakup perpindahan kecepatan yang sbeelumnya horizontal menjadi vertical. Tolakan dilakukan dengan sangat cepat dan kuat dengan tujuan agar tubuh terangkat ke atas dari titik satu ke titik berikutnya sejauh mungkin. Tolakan merupakan gerbang menuju poisis tubuh atlit pada saat ia melayang menuju titik terjauh lompatannya. Tolakan yang baik selalu melibatkan kekuatan kaki juga kombinasi ayunan kaki dan tangan yang dimulai dari posisi depan ke atas. Untuk mendapatkan tolakan yang sempurna, seorang atlit harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
a.       Kaki haruslah kuat sebab ia merupakan tumpuan sebelum melayang.
  1. Saat hendak bertumpu, atlit harus mampu melakukannya saat ia tepat berada pada papan tumpuan. 

   Dalam keadaan bertumpu, tangan sebaiknya ikut diayunkan. Demikian juga kaki. Kaki diayunkan dengan cara mengangkatnya tinggi hingga pinggul dan berada dalam posisi lutut yang ditekuk.
1.    SIKAP BADAN SAAT DI UDARA
Sikap badan ini terkait saat aatlit lompat jauh sedang berada di udara menuju titik lompatan sekanjutnya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sikap badan ini setidaknya ada tiga jenis yakni sikap badan yang seolah menggantung, berjalan dan dan jongkok.
2.    PENDARATAN
Mendarat merupakan tahapan terakhir di dalam proses olahraga lompat jauh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak mendarat, antara lain:
a.       Dilakukan dengan konsentrasi serta daya sadar yang penuh agar gerakan yang tidak perlu bisa dihindari.
  1. Agar tidak terasa sakit, pendaratan harus dilakukan dengan memastikan kedua kaki sejajar dan bagian tumit mendarat pertama kali dengan posisi seperti sedang menjepit.
  2. Sebelum tumit atlit lompat jauh benar-benat menyentuh medium pendaratan, ia harus benar-benar meluruskan kakinya ke depan. Hal ini dimaksudkan agar jarak di anatar kedua kakinya tidak terlalu berjauhan. Apabila terlalu lebar jaraknya akan mengurangi jarak jauhnya lompatan yang dicapai.
  3. Saat mendarat, pastikan tumit segera berpijak agar pantat tidak mendarat di medium pasir.
  4. Setelah mendarat, pastikan tidak keluar atau kembali ke tempat awalan sebab membuat pengukuran berubah. Dan jika bergerak ke belakang tentu jarak lompat akan berkurang.
2.2  Peraturan – Peraturan dalam Lompat Jauh
1.    Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan:
·      Pelihara kecepatan sampai saat menolak
·      Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
·      Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
·      Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
·      Capailah jangkuan gerak yang baik.
·      Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya
·      Latihan gerakan pendaratan
·      Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruakan dan membengkokkan.
2.    Hal – hal yang perlu dihindari:
·         Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
·         Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
·         Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
·         Fase yang tidak seimbang.
·         Gerak kaki yang premature.
·         Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
·         Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.
2.3  Cara mengukur lompatan pada lompat jauh:
·      Pada lompat jauh pengukuran sebetulnya sama dengan pengukuran pada loncat jangkit.
·      Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur yang biasanya berjumlah 2 (dua) orang.
·      Pengukuran akan dilakukan apabila lompatan tersebut dinyatakan syah.
·      Pengukuran lompatan diambil dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan bak pasir, sampai pada tanda awal pendaratan.
·      Bila pelompat berjalan mundur seusai melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut mundur. Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet
·      Pada pengukuran ini diusahakan untuk seteliti sebab selisih satu cm saja akan berpengaruh.
·      Selain itu alat yang digunakan untuk mengukur juga harus sama (hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan akan dicatat oleh pencatat     hasil perlombaan.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
           
            Lompat jauh adalah cabang olahraga atletik yang bertujuan melompat dengan pencapaian jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu pelompat harus memahami unsur – unsur pokok pada lompat. Dalam lompat jauh terdapat bak lompat yang berisi pasir sebagai tempat pendaratan akhir dari melompat.
              Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa. The Roman Games – Berasal dari akar Yunani murni, Roman Games memakai    perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama memakai panggung.
                Yang menjadi tujuan dari lompat jauh adalah pencapain jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Dalam lompat jauh gaya dibagi menjadi 3 macam gaya, yaitu gaya jongkok, gaya berjalan di udara, dan gaya menggantung. Banyak hal yang perlu di perhatikan dalam olahraga lompat jauh, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.
3.2 Saran
Berdasarkan  pada  hasil  akhir  dari penelitian ini maka dapat diberikan saran bagi Guru Penjaskes dan pelatih untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam latihan daya ledak otot tungkai disarankan menggunakan bentuk latihan lompat dengan rintangan, karena sudah diuji bahwa latihan lompat dengan rintangan mempunyai pengaruh lebih baik  dari pada latihan lompat meraih sasaran di atas terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok.

DAFTAR PUSTAKA

Aip Syarifuddin. 1992. Atletik. Jakarta : Depdikbud.

Aip Syarifuddin dan Muhadi. 1992/1993.  Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta :    Depdikbud.

Bernhard, G. 1993. Atletik Prinsip Dasar Latihan  Loncat Tinggi, Jauh, Jangkit dan Loncat  Galah.  Terjemahan dari String Trainning voor. Djeugd. Semarang : Dahara Prize.

Carr, Gerry. 2000.  Atletik  (Edisi Terjemahan). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. 

Depdikbud. 2004.  Kurikulum 2004 Standar Kompetensi SD dan MI. Jakarta: Dharma Bhakti.

--------------. 1997. Kondisi Fisik Anak-anak Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.

Depdiknas. 2000.  Pedoman dan Modal Pelatihan Kesehatan Olah Raga Bagi PelatihOlahragawan Pelajar. Jakarta.

Engkos, Kosasih. 1985.  Olahraga Tehnik dan Program Latihan. Jakarta. Akademika Pressindo.

Harsono. 1982. Ilmu Coaching. Jakarta: KONI Pusat.

J. Matakupan. 1996. TeoriBermain. Jakarta: Depdikbud

KONI. 2000. Panduan Kepelatihan. Jakarta: KONI.

M. Sajoto. 1988.  Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Semarang : Dahara Prize.

Nurhasan. 2001.  Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdiknas.


 







Tidak ada komentar: