leily ijolumut

leily ijolumut

Kamis, 20 Juni 2013

MAKALAH FISIKA 
PEMANFAATAN SINAR ULTRAVIOLET 
DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI 


DI SUSUN OLEH : 


LAILATUL QAMARIYAH 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka terlalu banyak terkena sinar matahari. Meskipun demikian, sinar UV sangat berguna dalam ekosistem kita.
Sinar UV membantu tubuh kita dalam membuat vitamin D, yang memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita membangun kekebalan terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar. Sinar UV juga digunakan untuk mengobati psoriasis, sinar memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Sinar UV telah digunakan dalam berbagai hal komersial juga, termasuk sterilisasi dan desinfeksi. Beberapa hewan dapat
Sering kali kita hanya mengerti bahwa sinar matahari mengandung ultraviolet yang berbahaya bagi tubuh dan sebaliknya hanya penting bagi pembentukan vitamin D bagi tubuh. Faktanya adalah pembentukan vitamin D mutlak memerlukan sinar ultraviolet.
1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa Pengertian dari Sinar Ultra Violet ?
b.      Apa Saja Manfaat Sinar Ultra Violet (UV) ?
c.       Apa Bahaya sinar Ultra Violet ?
d.       Bagaimana Cara menghindari dampak negative ultra violet ?
1.3  Tujuan
a.       Agar siswa mengetahui Pengertian dari Sinar Ultra Violet
b.      Agar siswa mengetahui Manfaat Sinar Ultra Violet (UV
c.       Agar siswa mengetahui Bahaya sinar Ultra Viole
d.      Agar siswa mengetahui Cara menghindari dampak negative ultra violet



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ultra violet (UV)
Radiasi ultraungu (sering disingkat UV, dari bahasa Inggris: ultraviolet) adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, namun lebih panjang dari sinar-X yang kecil.
Radiasi UV dapat dibagi menjadi hampir UV (panjang gelombang: 380–200 nm) dan UV vakum (200–10 nm). Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight"; UVB (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave).
Istilah ultraviolet berarti "melebihi ungu" (dari bahasa Latin ultra, "melebihi"), sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar tampak. Beberapa hewan, termasuk burung, reptil, dan serangga seperti lebah dapat melihat hingga mencapai "hampir UV". Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia.
Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka terlalu banyak terkena sinar matahari. Meskipun demikian, sinar UV sangat berguna dalam ekosistem kita.
Sinar UV membantu tubuh kita dalam membuat vitamin D, yang memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita membangun kekebalan terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar. Sinar UV juga digunakan untuk mengobati psoriasis, sinar memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Sinar UV telah digunakan dalam berbagai hal komersial juga, termasuk sterilisasi dan desinfeksi. Beberapa hewan dapat melihat sinar UV, dan UV membantu lebah untuk mengumpulkan serbuk sari dari bunga.
Radiasi ultraungu (sering disingkat UV, dari bahasa Inggris: ultraviolet) adalah radiasi elektromagnetik terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, namun lebih panjang dari  sinar X yang kecil.
penemuan Sinar Ultra Violet.
Penemuan radiasi UV dikaitkan dengan pengamatan bahwa garam perak gelap saat terkena sinar matahari. Pada tahun 1801, fisikawan Jerman Johann Wilhelm Ritter membuat pengamatan ciri bahwa sinar tak terlihat hanya di luar violet dari spektrum yang terlihat gelap perak klorida-kertas direndam lebih cepat daripada cahaya violet itu sendiri. Ia menyebut mereka "sinar pengoksidasi" untuk menekankan reaktivitas kimia dan untuk membedakan dari "sinar panas" di ujung lain dari spektrum yang terlihat. Istilah sederhana "sinar kimia" diadopsi, dan populer sepanjang abad ke-19. Bahan kimia tertentu dan panas sinar akhirnya mendukung radiasi ultraviolet dan inframerah.
Penemuan radiasi ultraviolet di bawah 200 nm, bernama ultraviolet vakum karena sangat diserap oleh udara, dibuat pada tahun 1893 oleh fisikawan Jerman Victor Schumann. 
Ø Macam - macam sinar ultraviolet
a.       Sinar ultraviolet V
Adalah sinar ultraviolet yang mempunyai panjang gelombang 100 nm s/d 190 nm dan biasanya ada di ruang hampa udara atau luar angkasa
b.      sinar ultraviolet C
adalah sinar ultraviolet yang mempunyai panjang gelombang 190 nm s/d 280 nm dan tertahan oleh lapisan ozon.
c.       sinar ultraviolet B
adalah sinar ultraviolet yang mempunyai panjang gelombnag 280 nm s/d 315 nm dan bisa menyebabkan kanker kulit, pedih di mata dan d. penyakit kornea
d.      sinar ultraviolet A
adalah sinar ultraviolet yang mempunyai panjang gelombang 315 nm s/d 380 nm dan bisa menyebabkan kulit terbakar dan penyakit katarak.
Ø  Orang yang paling rentan terhadap sinar ultraviolet
a.       anak – anak
Ø  Karena pupil mata anak - anak lebih lebar dibanding orang dewasa
Ø  Jaringan mata anak - anak sangat sedikit mengandung pigment
b.      Orang tua
bisa menyebabkan lensa mata jadi keruh dan tidak tembus cahaya
Maka dari itu kita di sarankan pakai kacamata yang ada penahan sinar ultraviolet agar terhindar dari penyakit katarak terutama orang tua dan anak - anak yang rentan terhadap sinar ultraviolet. Saya ajat sudrajat mohon undur diri wasalam

2.2 .      Manfaat Sinar Ultra Violet (UV)

Seringkali kita hanya mengerti bahwa sinar matahari mengandung ultraviolet yang berbahaya bagi tubuh dan sebaliknya hanya penting bagi pembentukan vitamin D bagi tubuh. Faktanya adalah pembentukan vitamin D mutlak memerlukan sinar ultraviolet. Apa saja manfaat sinar matahari bagi tubuh kita, berikut ulasannya.
a.       Membantu pembentukan vitamin D yang dibutuhkan oleh tulang.
b.      Dalam dunia kesehatan digunakan sebagai seterilisator untuk alat-alat kesehatan dan seterilisasi ruangan operasi.
c.       Membunuh bakteri-bakteri patogen pada air minum.
d.      Sumber utama vitamin D.Sinar ultraviolet ternyata membantu mengubah kolesterol yang tersimpan di kulit menjadi vitamin D. Hanya dengan berjemur selama 5 menit di pagi hari, tubuh kita mendapatkan 400 unit vitamin D.
e.       Mengurangi kolesterol darah.
Proses pembentukan vitamin D dimana mengubah kolesterol di dalam darah maka akan mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh kita.
f.       Penawar infeksi dan pembunuh bakteri.
Sinar ultraviolet ternyata juga membantu membasmi virus-virus penyebab kanker. Secara umum, sinar matahari mampu membunuh bakteri, virus, dan jamur yang berpotensi menyebabkan TBC, peritonitis, pneumonia, dan asma saluran pernapasan.
g.      Mengurangi gula darah.
Sinar matahari membantu penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh yang merangsang glukosa menjadi glikogen sehingga secara langsung berperan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh kita.
h.       Meningkatkan kebugaran pernafasan.
Penambahan glikogen di otot dan hati melalui sinar matahari ternyata meningkatkan perbaikan sistem pernafasan karena meningkatkan kemampuan darah dalam menyalurkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
i.        Membantu membentuk dan memperbaiki tulang.
Vitamin D yang dibentuk melalui sinar matahari berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh sehingga memperbaiki komponen tulang dan mencegah penyakit rakhitis, osteoporosis, dan osteomalacia.
j.        Meningkatkan kekebalan tubuh.
Sinar matahari mampu meningkatkan antibodi dalam tubuh dengan membentuk sel darah putih untuk melawan substansi asing yang merugikan di dalam tubuh. Membaiknya sistem pernafasan melalui sinar matahari juga berperan dalam membasmi kuman-kuman secara lebih cepat. Selain itu, sinar matahari juga mampu menurunkan potensi terjangkit flu hingga 30-40 persen. Sinar ultra violet mempunyai manfaat berperan dalam sintesis vitamin D3 di lapisan epidermis. Provitamin D3 dikonversi(7- dehydrocholestrol) menjadi previtamin D3 di membrane sel epidermis oleh radiasi UV-B, yang kemudian secara thermal isomerises menjadi vitamin D3(cholecalciferol) dan secara rutin di lepaskan dari epidermis. Sinar ultra violet juga bermanfaat mengobati penderita vitiligo dan mengatasi penderita arthritis.

2.3 Bahaya sinar Ultra Violet
a)      Bahaya Sinar UV Pada Kulit
Pada dasarnya, kulit manusia dilengkapi dengan perlindungan alami dari sinar matahari yaitu pigmen melanin. Kulit yang gelap menandakan kandungan pigmen dalam jumlah banyak, begitu juga sebaliknya. Penelitian membuktikan bahwa semakin banyak pigmen, semakin kecil kemungkinan seseorang terkena kanker kulit karena pigmen berfungsi sebagai penangkal dampak sinar UV yang dipancarkan matahari. Sering beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa pelindung kulit, akan menyebabkan kulit lebih cepat mengalami penuaan. Kulit jadi cepat berkerut dan timbul bercak-bercak hitam yang kita kenal sebagai flek hitam.
Sinar UV juga bisa membuat kulit tidak mulus karena menebal atau menipis. Bisa juga muncul benjolan-benjolan kecil yang ukurannya bervariasi. Benjolan-benjolan atau flek pada kulit bisa berkembang menjadi tumor jinak bahkan kanker kulit. Khususnya pada orang yang banyak bekerja di bawah terik matahari atau sering berjemur di pantai. Tidak heran bila bintik awal kanker kulit timbul di bagian tubuh yang terbuka seperti wajah, kepala, tangan dan bagian yang banyak terpapar sinar matahari.
Sinar Matahari tidak sepanjang hari merusak kulit, sebelum pukul 09.00 pagi justru penting untuk tulang. Kita justru harus waspada pada pancaran sinar yang berlansung sejak pukul 09.00 hingga 15.00, sebab disaat waktu tersebut sinar matahari mengandung sinar UV yang dapat merusak kulit.



b)     Bahaya Sinar UV Pada Mata
Radiasi sinar UV pada mata akan menyebabkan terjadianya reaksi oksidasi pada lensa mata yang akan menimbulkan kekeruhan pada lensa sehingga timbullah penyakit yang disebut katarak, juga kerusakan pada kornea dan retina.
Dampak Lain Bila Terkena Sinar Uv dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran orang akan bahaya dari sinar uv, berikut info selengkapnya.
1.      Kulit Menghitam
Kita bahas dampak yang paling ringan terlebih dahulu, yaitu bila terkena sinar uv kulit dapat cepat menghitam. Dan jika tidak semua bagian tubuh anda terkena paparan sinar uv, maka kulit anda akan terlihat belang.
2.      Rasa Perih
Jika disengat panas trik matahari saja kulit sudah terasa perih, apalagi kalau sinar uv. Karena cahaya yang berwarna ungut tersebut dapat menimbulkan rasa perih pada kulit dan gatal, dan bila digaruk kulit akan memerah dan bengkak. Tentunya hal seperti ini akan sangat mengganggu kesehatan kulit anda, dan jika dibiarkan bukan tidak mungkin kulit anda akan terkena masalah kulit lainnya.
3.      Penuaan Dini
Ini merupakan hal yang paling menakutkan dari dampak buruk sinar uv, dimana kulit yang terus menerus terkena paparan sinar uv akan mengalami penuaan dini. Logikanya seperti daging yang dipanggang, yaitu butuh waktu sebentar untuk mematangkannya. Parahnya lagi bila yang mengalami penuaan dini tidak semua bagian kulit anda, pastinya akan semakin memperburuk penampilan anda.




2.4 Cara Menghindari Dampak Negatif Sinar Ultra Violet
a)      Carilah tempat yang teduh
Carilah tempat yang teduh ketika anda melakukan kegiatan luar ruangan di siang atau sore hari (khususnya pada jam 10:00 sampai 15:00). Jangan mengira aman hanya karena langit mendung. Radiasi ultraviolet bisa melewati awan dan kabut.
b)      Kenakan kemeja lengan panjang, celana panjang, sarung tangan, topi bertepi lebar atau payung Hindari pakaian tipis yang tembus radiasi. Bila menggunakan payung, pilihlah payung berbahan tidak tembus cahaya.
c)      Gunakan pelembab (lotion) tabir surya dan ulangi penerapannya beberapa kali, sesuai petunjuk pada label.
Pilihlah tabir surya spektrum luas dengan faktor perlindungan matahari (spf) minimal 15. Tabir surya tidak memberikan perlindungan penuh. Jangan terlalu lama di bawah terik sinar matahari meskipun anda menggunakan tabir surya. Carilah tempat yang teduh
d)     Pakailah kacamata hitam
Pakailah kacamata hitam yang menyaring radiasi ultraviolet. Mata anda tidak memiliki pertahanan alami terhadap matahari, dan kerusakan mata dari sinar uv dapat menyebabkan katarak. Penggunaan kacamata hitam dapat memblokir lebih dari 95% radiasi UV-A.
e)      Berikan perlindungan ekstra pada bayi dan anak-anak.
Kulit bayi dan anak-anak lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga mereka membutuhkan perlindungan ekstra jika keluar di bawah terik matahari untuk waktu yang lama. Anak-anak harus memakai topi, pakaian lengan panjang, dan celana panjang. Bila anda menerapkan tabir surya pada anak, pastikan telah meliputi bagian-bagian tubuh mereka yang paling rawan, termasuk tangan, telinga, wajah, dan leher. Hindari menggunakan tabir surya pada bayi
f)       Menghindari sengatan langsung sinar matahari terutama pada saat matahari mencapai titik kulminasi. Pada kondisi ini energi sinar ultraviolet
g)      dipermukaan bumi mencapai puncaknya.
Melindungi kulit secara fisik, seperti menggunakan topi lebar, payung, atau pakaian.
h)      Memakai tabir surya, sun block yang mengandung bahan yang menyerap, menghambur dan memantulkan energi sinar matahari.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Radiasi ultraungu (sering disingkat UV, dari bahasa Inggris: ultraviolet)
Radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, namun lebih panjang dariSinar – X yang kecil.
Ø Hampir UV (panjang gelombang: 380–200 nm) dan
Ø UV vakum (200–10 nm).
Sedangkan jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada:
Ø UVA (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight";
Ø UVB (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave)
Ø UVC (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave).
Banyak manfaat dari sinar UV itu sendiri, diantaranya:
*      Membantu pembentukan vitamin D yang dibutuhkan oleh tulang.
*      Dalam dunia kesehatan digunakan sebagai seterilisator untuk alat-alat kesehatan dan seterilisasi ruangan operasi.
*      Membunuh bakteri-bakteri patogen pada air minum.
*      Dll.
Banyak pula bahaya dari sinar UV di antaranya:
*      Bahaya sinar UV pada kulit, (kanker kulit, penuaan, dll)
*      Bahaya sinar UV pada mata, (katarak, juga kerusakan pada kornea dan retina.)
3.2 SARAN

Kita harus waspada pada pancaran sinar yang berlansung sejak pukul 09.00 hingga 15.00, sebab disaat waktu tersebut sinar matahari mengandung sinar UV yang dapat merusak kulit.
Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka terlalu banyak terkena sinar matahari. Meskipun demikian, sinar UV sangat berguna dalam ekosistem kita.
            Sinar UV membantu tubuh kita dalam membuat vitamin D, yang memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita membangun kekebalan terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar. Sinar UV juga digunakan untuk mengobati psoriasis, sinar memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. Sinar UV telah digunakan dalam berbagai hal komersial juga, termasuk sterilisasi dan desinfeksi. Beberapa hewan dapat melihat sinar UV, dan UV membantu lebah untuk mengumpulkan serbuk sari dari bunga.



















DAFTAR PUSTAKA

Slamet, Pramukti Nindita Sari. 2010. Modul Fisika. Surakarta: Hayati Tumbuh Subur.
*      Nurwani.2010.Geleleltomagnetikppt.
http://syahrunicorlettasoler.blogspot.com/2012/06/makalah-fisika-kelas-xgelombang.html















Tidak ada komentar: